<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dzaa is My Heart</title>
	<atom:link href="http://dzaa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dzaa.wordpress.com</link>
	<description>Aksara Pangeran CintaMu UntukMu Selamanya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Nov 2011 02:47:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dzaa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dzaa is My Heart</title>
		<link>http://dzaa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dzaa.wordpress.com/osd.xml" title="Dzaa is My Heart" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dzaa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Metode Belajar Hadits</title>
		<link>http://dzaa.wordpress.com/2009/01/01/metode-belajar-hadits/</link>
		<comments>http://dzaa.wordpress.com/2009/01/01/metode-belajar-hadits/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 03:54:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Hadis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzaa.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Hadits merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an. Hadits yang dijadikan pegangan adalah hadits yang dapat diyakini kebenarannya. Untuk mendapatkan hadits tersebut tidaklah mudah karena hadits yang ada sangatlah banyak dan sumbernya pun berasal dari berbagai kalangan. Menurut Imam Malik ada empat jenis orang yang hadisnya tidak boleh diambil darinya, yaitu; orang yang kurang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzaa.wordpress.com&amp;blog=1461695&amp;post=51&amp;subd=dzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span class="grame"><strong>Pendahuluan</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span class="grame"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Hadits merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an. </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Hadits yang dijadikan pegangan adalah hadits yang dapat diyakini kebenarannya. Untuk mendapatkan hadits tersebut tidaklah mudah karena hadits yang ada sangatlah banyak dan sumbernya pun berasal dari berbagai kalangan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Menurut Imam Malik ada empat jenis orang yang hadisnya tidak boleh diambil darinya, yaitu; o<span style="color:black;">rang yang kurang akal, orang yang mengikuti hawa nafsunya yang mengajak masyarakat untuk mengikuti hawa nafsunya, orang yang berdusta dalam pembicaraannya walaupun dia tidak berdusta kepada Rasul dan orang yang tampaknya saleh dan beribadah apabila orang itu tidak mengetahui nilai-nilai hadis yang diriwayatkannya.<span id="more-51"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Di samping itu para ulama hadis membuat kaidah-kaidah atau patokan-patokan serta menetapkan ciri-ciri kongkret yang dapat menunjukkan bahwa suatu hadis itu palsu. Ciri-ciri yang menunjukkan bahwa hadis itu palsu antara lain: </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Susunan hadis itu baik lafaz maupun maknanya janggal,      sehingga tidak pantas rasanya disabdakan oleh Nabi SAW, seperti hadis:</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> Artinya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> <em>&#8220;Janganlah engkau memaki ayam jantan, karena dia teman karibku.&#8221;</em> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Isi maksud hadis tersebut bertentangan dengan akal,      seperti hadis:</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> Artinya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> &#8220;Buah terong itu menyembuhkan. Segala macam penyakit.&#8221;</span></em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Isi/maksud itu bertentangan dengan nas Al-Quran dan      atau hadis mutawatir, seperti hadis:</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> Artinya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> &#8220;Anak zina itu tidak akan masuk surga.&#8221;</span></em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Hadis tersebut bertentangan dengan firman Allah SWT. :</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> Artinya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> &#8220;Orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.&#8221; </span></em></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span class="grame"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;">Penghimpunan hadis nabi secara tertulis untuk pertama kalinya dikemukakan oleh khalifah Umar bin Khattab (w. 23/H/644 M). Namun ide tersebut tidak dilaksanakan oleh Umar karena beliau khawatir bila umat Islam terganggu perhatiannya dalam mempelajari Al-Quran. Pada tahun 100 H. Khalifah Umar bin Abdul Azis memerintahkah kepada gubernur Madinah, Abu Bakar bin Muhammad bin Amer bin Hazm supaya membukukan hadis-hadis nabi yang terdapat pada para penghafal.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span class="grame"><span>Dilihat dari banyak sedikitnya perawi, hadits dikelompokkan menjadi 2, yaitu: hadits Mutawatir dan hadits Ahad. Sementara itu, hadits Ahad dikelompokkan lagi menjadi hadits Shahih, Hasan dan Dha’if.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span class="grame"><span> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span class="grame"><span>Dilihat dari periwayatnya, hadits dikelompokkan menjadi hadits yang bersambung sanadnya dan hadits yang terputus sanadnya. Hadits yang terputus sanadnya dikelompokkan menjadi hadits Mu’allaq, hadits Mursal, hadits Mudallas, hadits Munqathi dan hadits Mu’dhol.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span class="grame"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span class="grame"><strong>Pengertian</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span class="grame"><span>Hadits</span> adalah segala perkataan, perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam.</span> <span class="grame">Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur&#8217;an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur&#8217;an.</span><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Pengelompokan Hadits</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya Perawi, dikelompokkan menjadi hadits Mutawatir dan hadits Ahad.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Mutawatir y</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">aitu hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad yang tidak mungkin sepakat untuk berdusta. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar suatu hadits bisa dikatakan sebagai hadits Mutawatir:</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Isi hadits itu harus hal-hal      yang dapat dicapai oleh panca indera. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Orang yang menceritakannya      harus sejumlah orang yang menurut ada kebiasaan, tidak mungkin berdusta.      Sifatnya Qath&#8217;iy. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Pemberita-pemberita itu      terdapat pada semua generasi yang sama.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Ahad </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang atau lebih tetapi tidak mencapai tingkat mutawatir. Sifatnya atau tingkatannya adalah &#8220;zhonniy&#8221;. Sebelumnya para ulama membagi hadits Ahad menjadi dua macam, yakni hadits Shahih dan hadits Dha&#8217;if. Namun Imam At Turmudzy kemudian membagi hadits Ahad ini menjadi tiga macam, yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Shahih, </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Menurut Ibnu Sholah, hadits shahih ialah hadits yang bersambung sanadnya. Ia diriwayatkan oleh orang yang adil lagi dhobit (kuat ingatannya) hingga akhirnya tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) dan tidak mu&#8217;allal (tidak cacat). Jadi hadits Shahih itu memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kandungan isinya tidak bertentangan dengan Al-Qur&#8217;an. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Harus bersambung sanadnya </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Diriwayatkan oleh orang / perawi yang adil. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Diriwayatkan oleh orang yang dhobit (kuat ingatannya) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Tidak cacat walaupun tersembunyi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Hasan i</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">alah hadits yang banyak sumbernya atau jalannya dan dikalangan perawinya tidak ada yang disangka dusta dan tidak syadz.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Dha’if ialah hadits yang tidak bersambung sanadnya dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil dan tidak dhobit, syadz dan cacat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Menurut Macam Periwayatannya, hadits dikelompokkan menjadi hadits yang bersambung sanadnya dan hadits yang terputus sanadnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadis yang bersambung sanadnya yaitu hadits yang bersambung sanadnya hingga Nabi Muhammad SAW. Hadits ini disebut hadits Marfu’ atau Maushul.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits yang terputus sanadnya, terdiri dari:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Mu&#8217;allaq </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">disebut juga hadits yang tergantung, yaitu hadits yang permulaan sanadnya dibuang oleh seorang atau lebih hingga akhir sanadnya, yang berarti termasuk hadits dha&#8217;if.</span></li>
<li><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Mursal d</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">isebut juga hadits yang dikirim yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para tabi&#8217;in dari Nabi Muhammad SAW tanpa menyebutkan sahabat tempat menerima hadits itu. </span></li>
<li><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Mudallas d</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">isebut juga hadits yang disembunyikan cacatnya. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sanad yang memberikan kesan seolah-olah tidak ada cacatnya, padahal sebenarnya ada, baik dalam sanad ataupun pada gurunya. Jadi hadits Mudallas ini ialah hadits yang ditutup-tutupi kelemahan sanadnya.</span></li>
<li><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Munqathi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">disebut juga hadits yang terputus yaitu hadits yang gugur atau hilang seorang atau dua orang perawi selain sahabat dan tabi&#8217;in. </span></li>
<li><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Mu&#8217;dhol </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">disebut juga hadits yang terputus sanadnya yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para tabi&#8217;it dan tabi&#8217;in dari Nabi Muhammad SAW atau dari Sahabat tanpa menyebutkan tabi&#8217;in yang menjadi sanadnya.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits-hadits dha&#8217;if disebabkan oleh cacat perawi, yaitu:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Maudhu&#8217; </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">yang berarti yang dilarang, yaitu hadits dalam sanadnya terdapat perawi yang berdusta atau dituduh dusta. Jadi hadits itu adalah hasil karangannya sendiri bahkan tidak pantas disebut hadits. </span></li>
<li><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Matruk </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">yang berarti hadits yang ditinggalkan, yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi saja sedangkan perawi itu dituduh berdusta.</span></li>
<li><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Mungkar </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang lemah yang bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang terpercaya / jujur.</span></li>
<li><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Mu&#8217;allal </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">artinya hadits yang dinilai sakit atau cacat yaitu hadits yang didalamnya terdapat cacat yang tersembunyi. </span></li>
<li><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Mudhthorib </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">artinya hadits yang kacau yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi dari beberapa sanad dengan matan (isi) kacau atau tidak sama dan kontradiksi dengan yang dikompromikan.</span></li>
<li><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Maqlub </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">artinya hadits yang terbalik yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang dalamnya tertukar dengan mendahulukan yang belakang atau sebaliknya baik berupa sanad (silsilah) maupun matan (isi).</span></li>
<li><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Munqalib </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">yaitu hadits yang terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah.</span></li>
<li><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Mudraj </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang didalamnya terdapat tambahan yang bukan hadits, baik keterangan tambahan dari perawi sendiri atau lainnya.</span></li>
<li><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hadits Syadz yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah (terpercaya) yang bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan oleh perawi-perawi yang terpercaya pula.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">
<p></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Beberapa pengertian (istilah) dalam ilmu hadits</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Muttafaq &#8216;Alaih </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sumber sahabat yang sama, atau dikenal juga dengan <span>Hadits Bukhari &#8211; Muslim</span>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">As Sab&#8217;ah </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">berarti tujuh perawi, yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Imam Ahmad </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Imam Bukhari </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Imam Muslim </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Imam Abu Daud </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Imam Tirmidzi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Imam Nasa&#8217;i </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Imam Ibnu Majah </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">As Sittah </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">yaitu enam perawi yang tersebut pada As Sab&#8217;ah, kecuali Imam Ahmad bin Hanbal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Al Khamsah </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">yaitu lima perawi yang tersebut pada As Sab&#8217;ah, kecuali Imam Bukhari dan Imam Muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Al Arba&#8217;ah </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">yaitu empat perawi yang tersebut pada As Sab&#8217;ah, kecuali Imam Ahmad, Imam Bukhari dan Imam Muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Ats tsalatsah </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">yaitu tiga perawi yang tersebut pada As Sab&#8217;ah, kecuali Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim dan Ibnu Majah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Perawi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">yaitu orang yang meriwayatkan hadits.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Sanad </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">berarti sandaran yaitu jalan matan dari Nabi Muhammad SAW sampai kepada orang yang mengeluarkan (mukhrij) hadits itu atau mudawwin (orang yang menghimpun atau membukukan) hadits. Sanad biasa disebut juga dengan Isnad berarti penyandaran. Pada dasarnya orang atau ulama yang menjadi sanad hadits itu adalah perawi juga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Matan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">ialah isi hadits baik berupa sabda Nabi Muhammad SAW, maupun berupa perbuatan Nabi Muhammad SAW yang diceritakan oleh sahabat atau berupa taqrirnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dikutip dari: Kitab Kumpulan dan Refrensi Belajar Hadis</span></p>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"></p>
<hr size="2" /></span></div>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzaa.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzaa.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzaa.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzaa.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzaa.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzaa.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzaa.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzaa.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzaa.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzaa.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzaa.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzaa.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzaa.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzaa.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzaa.wordpress.com&amp;blog=1461695&amp;post=51&amp;subd=dzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzaa.wordpress.com/2009/01/01/metode-belajar-hadits/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e945c8014a9f3dbebac297aadfa846cc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">dzaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadis Shahih Keutamaan Sayyidah Fathimah Alaihis Salam</title>
		<link>http://dzaa.wordpress.com/2008/12/29/hadis-shahih-keutamaan-sayyidah-fathimah-alaihis-salam/</link>
		<comments>http://dzaa.wordpress.com/2008/12/29/hadis-shahih-keutamaan-sayyidah-fathimah-alaihis-salam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 10:10:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Hadis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzaa.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Kedudukan Hadis “Allah Tidak Akan Menyiksa Fathimah dan Anak-anaknya” عن ابن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم لفاطمة رضي الله عنها إن الله غير معذبك ولا ولدك Dari Ibnu Abbas yang berkata Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Fathimah, ”Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksamu dan juga anak-anakmu”. Hadis shahih. Dikeluarkan oleh Ath [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzaa.wordpress.com&amp;blog=1461695&amp;post=46&amp;subd=dzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Kedudukan Hadis “Allah Tidak Akan Menyiksa Fathimah dan Anak-anaknya”</strong><br />
<!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><br />
<span style="font-size:13.5pt;" dir="rtl" lang="AR">عن ابن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم لفاطمة رضي الله عنها إن الله غير معذبك ولا ولدك</span></p>
<p style="text-align:center;"><em>Dari Ibnu Abbas yang berkata Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Fathimah, ”Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksamu dan juga anak-anakmu”.</em></p>
<p style="text-align:center;"><em><br />
</em></p>
<p><strong>Hadis shahih</strong>. Dikeluarkan oleh Ath Thabrani dalam <em>Mu’jam Al Kabir </em>11/ 263 hadis no 11685 dan disebutkan pula oleh As Suyuthi dalam <em>Jam’ al Jawami’</em> dan beliau sandarkan pada Ath Thabrani. Hadis ini diriwayatkan oleh para perawi tsiqat atau terpercaya. Al Haitsami dalam <em>Majma’ Az Zawaid</em> 9/326 hadis no 15198 menuliskan hadis ini dan berkata<br />
<!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;line-height:150%;" dir="rtl" lang="AR">رواه الطبراني ورجاله ثقات</span><br />
<em>Hadis riwayat Thabrani dan para perawinya tsiqat atau terpercaya.</em></p>
<p><em>Dikutip dari: <a href="http://secondprince.wordpress.com/2008/11/23/kedudukan-hadis-%e2%80%9callah-tidak-akan-menyiksa-fathimah-dan-anak-anaknya%e2%80%9d/" target="_blank">secondprince.wordpress.com</a><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzaa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzaa.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzaa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzaa.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzaa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzaa.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzaa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzaa.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzaa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzaa.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzaa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzaa.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzaa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzaa.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzaa.wordpress.com&amp;blog=1461695&amp;post=46&amp;subd=dzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzaa.wordpress.com/2008/12/29/hadis-shahih-keutamaan-sayyidah-fathimah-alaihis-salam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e945c8014a9f3dbebac297aadfa846cc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">dzaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pikirkan dan Syukurilah!</title>
		<link>http://dzaa.wordpress.com/2008/12/29/pikirkan-dan-syukurilah/</link>
		<comments>http://dzaa.wordpress.com/2008/12/29/pikirkan-dan-syukurilah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 09:24:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzaa.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada Anda. Karena Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki. {Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.} (QS. Ibrahim: 34) Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air, semuanya tersedia dalam hidup kita. Namun begitulah, Anda memiliki dunia, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzaa.wordpress.com&amp;blog=1461695&amp;post=33&amp;subd=dzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada Anda. Karena Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">{Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.} </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">(QS. Ibrahim: 34) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air, semuanya tersedia dalam hidup kita. Namun begitulah, Anda memiliki dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya. Anda menguasai kehidupan, tetapi tak pernah mengetahuinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">{Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin.} </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">(QS. Luqman: 20)<span id="more-33"></span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Anda memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan dan dua kaki. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">{Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?} </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">(QS. Ar-Rahman: 13) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Apakah Anda mengira bahwa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang sepele, sedang kaki acapkali menjadi bengkak bila digunakan jalan terus menerus tiada henti? Apakah Anda mengira bahwa berdiri tegak di atas kedua betis itu sesuatu yang mudah, sedang keduanya bisa saja tidak kuat dan suatu ketika patah? Maka sadarilah, betapa hinanya diri kita manakala tertidur lelap, ketika sanak saudara di sekitar Anda masih banyak yang tidak bisa tidur karena sakit yang mengganggunya? Pernahkah Anda merasa nista manakala dapat menyantap makanan lezat dan minuman dingin saat masih banyak orang di sekitar Anda yang tidak bisa makan dan minum karena sakit? Coba pikirkan, betapa besarnya fungsi pendengaran, yang dengannya Allah menjauhkan Anda dari ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata Anda yang tidak buta. Ingatlah dengan kulit Anda yang terbebas dari penyakit lepra dan supak. Dan renungkan betapa dahsyatnya fungsi otak Anda yang selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Adakah Anda ingin menukar mata Anda dengan emas sebesar gunung Uhud, atau menjual pendengaran Anda seharga perak satu bukit? Apakah Anda mau membeli istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah Anda, hingga Anda bisu? Maukah Anda menukar kedua tangan Anda dengan untaian mutiara, sementara tangan Anda buntung? Begitulah, sebenarnya Anda berada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempumaan tubuh, tetapi Anda tidak menyadarinya. Anda tetap merasa resah, suntuk, sedih, dan gelisash, meskipun Anda masih mempunyai nasi hangat untuk disantap, air segar untuk diteguk, waktu yang tenang untuk tidur pulas, dan kesehatan untuk terus berbuat. Anda acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga Anda </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa Anda mudah terguncang hanya karena kerugian materi yang mendera. Padahal, sesungguhnya Anda masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki jembatan pengantar kebahagian, karunia, kenikmatan, dan lain sebagainya. Maka pikirkan semua itu, dan kemudian syukurilah! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">{Dan, pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan.} </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">(QS. Adz-Dzariyat: 21) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Pikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri, keluarga, rumah, pekerjaan, kesehatan, dan apa saja yang tersedia di sekeliling Anda. Dan janganlah termasuk golongan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">{Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya.} </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">(QS. An-Nahl: 83)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Dikutip dari: <em>La Tahzan</em><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzaa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzaa.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzaa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzaa.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzaa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzaa.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzaa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzaa.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzaa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzaa.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzaa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzaa.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzaa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzaa.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzaa.wordpress.com&amp;blog=1461695&amp;post=33&amp;subd=dzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzaa.wordpress.com/2008/12/29/pikirkan-dan-syukurilah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e945c8014a9f3dbebac297aadfa846cc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">dzaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa yang membuat aku membisu&#8230;.</title>
		<link>http://dzaa.wordpress.com/2008/12/15/apa-yang-membuat-aku-membisu/</link>
		<comments>http://dzaa.wordpress.com/2008/12/15/apa-yang-membuat-aku-membisu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 06:27:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzaa.wordpress.com/2008/12/15/apa-yang-membuat-aku-membisu/</guid>
		<description><![CDATA[Disudut bangunan itu, aku berhenti sejenak. tapi aku tidak tau kenapa aku berhenti, apakah ada yang menghentikan atau berhenti dengan sendirinya???? benar-benar aku bingung. bingung akan diriku sendiri, hidup penuh dengan keraguan, ku berharap suatu saat ada kapal yang berlayar, tuk membawa aku jauh dari kehidupan ini&#8230;.. &#160; Ya Rabb,,, hanya Engkau yang tau apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzaa.wordpress.com&amp;blog=1461695&amp;post=23&amp;subd=dzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Disudut bangunan itu, aku berhenti sejenak. tapi aku tidak tau kenapa aku berhenti, apakah ada yang menghentikan atau berhenti dengan sendirinya???? benar-benar aku bingung. bingung akan diriku sendiri, hidup penuh dengan keraguan, ku berharap suatu saat ada kapal yang berlayar, tuk membawa aku jauh dari kehidupan ini&#8230;..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ya Rabb,,, hanya Engkau yang tau apa yang aku cari&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzaa.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzaa.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzaa.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzaa.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzaa.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzaa.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzaa.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzaa.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzaa.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzaa.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzaa.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzaa.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzaa.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzaa.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzaa.wordpress.com&amp;blog=1461695&amp;post=23&amp;subd=dzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzaa.wordpress.com/2008/12/15/apa-yang-membuat-aku-membisu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e945c8014a9f3dbebac297aadfa846cc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">dzaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aksara Sederhana</title>
		<link>http://dzaa.wordpress.com/2007/08/07/aksara-sederhana/</link>
		<comments>http://dzaa.wordpress.com/2007/08/07/aksara-sederhana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Aug 2007 10:48:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzaa.wordpress.com/2007/08/07/aksara-sederhana/</guid>
		<description><![CDATA[My Life Cinta dan Saya Jika DenganMu Tidak Berbeda Keduanya Adalah Sama Begitu Pula Dirimu Aku Dan Dirimu Telah Terpaut Cinta<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzaa.wordpress.com&amp;blog=1461695&amp;post=8&amp;subd=dzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Only For You My Heart" href="http://dzaa.files.wordpress.com/2007/08/bunga1.jpg"></a></p>
<p><em>My Life</em></p>
<p><em>Cinta dan Saya<span id="more-8"></span></em></p>
<p><em>Jika DenganMu Tidak Berbeda</em></p>
<p><em>Keduanya Adalah Sama</em></p>
<p><em>Begitu Pula Dirimu</em></p>
<p><em>Aku Dan Dirimu Telah Terpaut Cinta </em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dzaa.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dzaa.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzaa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzaa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzaa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzaa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzaa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzaa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzaa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzaa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzaa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzaa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzaa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzaa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzaa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzaa.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzaa.wordpress.com&amp;blog=1461695&amp;post=8&amp;subd=dzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzaa.wordpress.com/2007/08/07/aksara-sederhana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e945c8014a9f3dbebac297aadfa846cc?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">dzaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
